Penjual BBM Eceran di Garut Tetap Nekat Jual Pertalite, Begini Pengakuannya!

Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi saat ini tidak bisa dijual bebas secara eceran oleh masyarakat. Di Garut, penjual eceran tidak sedikit yang beralih menjual BBM non-subsidi. Walau begitu, ada juga di antara mereka yang nekat menjual BBM subsidi secara sembunyi-sembunyi.

Ajang (47) salah seorang warga perkotaan Garut, Jawa Barat yang merupakan penjual BBM eceran mengaku masih menjual yang subsidi. Pelanggannya adalah sopir angkot hingga warga yang malas antre di SPBU.

“Masih jualan Pertalite (BBM subsidi) sampai sekarang, walau memang tidak terbuka karena takut. Tapi saya sudah memiliki pelanggan tersendiri yang sudah tahu kalau saya masih menjual BBM yang subsidi di sini,” kata Ajang, Jumat (14/10).

Baca Juga :
Jual Saldo Paypal
Jual Beli Saldo Paypal
Saldo Paypal Terpercaya

Dia bercerita bahwa bila saat Pertalite masih bisa dijual bebas secara eceran, dia membeli menggunakan sejumlah jeriken yang diangkut menggunakan motor tua miliknya. Namun kini hal tersebut tidak bisa lagi dilakukan. Dia membeli dengan cara yang berbeda.

Ajang mengaku bahwa untuk bisa membeli Pertalite dari SPBU harus meminjam mobil milik tetangganya. “Saya pinjam, saya isi full di SPBU kemudian disedot lagi, baru kemudian dijual secara eceran,” ungkapnya.

Dia bersyukur tetangganya tidak keberatan meminjamkan mobil setiap hari untuk bisa membeli Pertalite yang akan dijualnya. Karena bila tetangganya itu tidak meminjamkan, Ajang pun mengaku akan kebingungan.

Ajang bukan tidak mau menjual BBM non-subsidi, namun yang terjadi adalah konsumennya yang kebanyakan enggan membeli karena harganya terlalu mahal. Apalagi kebanyakan sopir angkot.

“Kalau sopir angkot kan mereka ngisinya enggak full, ngisinya untuk berapa rit lalu kemudian diisi lagi setelah mau habis dan dapat uang lagi. Atau ada juga memang warga yang suka beli, mereka juga sama paling kebutuhannya untuk beberapa liter saja, karena hanya untuk ke pasar atau antar jemput anaknya ke sekolah jadinya kalau ke SPBU harus antre ya malas karena buang waktu,” ucapnya.

Baca juga :
Jasa Pbn Premium
Jasa Pbn Berkualitas
Jasa Pbn

Ajang memastikan bahwa dia membeli BBM menggunakan mobil dengan kapasitas tanki yang normal. “Kalau misalnya dimodif, itu kan mobil orang. Kalau pun itu mobil saya pribadi saya ga akan berani, takut ditangkap polisi,” jelasnya.

Oleh karenanya setiap hari ia bisa beberapa kali membeli BBM subsidi dari SPBU yang berbeda. Walau harus antre cukup lama, apalagi di siang hari, hal tersebut dijalaninya dengan sabar demi bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga.

Dan selain menjual BBM secara eceran, Ajang juga mengaku tidak jarang menerima orderan mengisi BBM dari sejumlah pemilik mobil yang malas antre. “Kalau saya mah selama ada upahnya, mau lama juga enggak apa-apa. Demi bertahan hidup di situasi ekonomi yang sulit,” dalihnya.

Sementara itu, Sofyan (51) salah seorang sopir angkot di Garut adalah pelanggan setia Ajang. Dia memilih membeli BBM di Ajang karena tidak mau membuang waktu antre di SPBU.

“Walau yang namanya BBM eceran itu lebih mahal ya ajar, ada yang jualnya juga nyari untung. Tapi setidaknya saya tidak harus antre di SPBU dengan waktu yang cukup lama, sehingga saya bisa mencari muatan. Bayangin aja kalau antre puluhan menit di SPBU, kalau dipakai narik sudah berapa muatan,” ungkapnya.

Hal lainnya, disebut Sofyan, ia lebih memilih membeli BBM eceran dengan alasan takarannya yang lebih jujur. “Bukan berarti semua SPBU di Garut takarannya enggak jujur ya, kalau kita mah kan ngitung ya berapa habisnya per rit jadinya ketahuan. Ada beberapa SPBU yang saya duga takarannya enggak jujur karena habisnya beda,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *